Featured

Live From Morgue - Hairdresser On Fire


"We are just some lucky bastard", Embun Munggarani, Hairdresser On Fire’s Vocalist

Berbagai hal telah dilewati Hairdresser On Fire. Kesemuanya terjadi tanpa ekspektasi berlebihan akan pendapat pihak luar. Dari menjadi finalis festival indie nasional, lagu “Bionic Woman” diputar oleh NME Radio (UK), mendapatkan penghargaan sebagai “The Best International Act in 2010” dari Recharged Radio (UK), disebut sebut sebagai “Salah satu dari 10 Band yang bakalan bersinar di 2010” oleh Suave Magazine, masuk dalam kompilasi “Traxound 4” oleh Majalah Trax dan berbagai komentar positif dari media lokal, nasional maupun blogger luar negeri.

Hairdresser On Fire akan mengeluarkan debut EP "Live From Morgue". EP ini adalah hasil pencapaian dari kerja keras mereka setelah terbentuk empat tahun. Lagu-lagu yang terdapat di dalamnya direkam secara live, untuk mendapatkan energi kasar dan orisinal yang menjadi ciri khas band ini selama ini. Mereka mengajak Kim Young Ha untuk diajak berkolaborasi. Kim Young Ha adalah seorang seniman visual yang kurang lebih bervisi sama dan menggunakan animasi sebagai medium untuk menjelaskan idenya soal manusia. Bentuk kolaborasi dengan Kim Young Ha adalah penerjemahan visual atas lagu-lagu Hairdresser On Fire. Setiap track yang terdapat di EP, mendapat suguhan visual dari karya Kim Young Ha.

Pada tanggal 09/09/10 nanti, EP perdana Hairdresser On Fire “Live From Morgue” akan dirilis. Dapat diunduh secara gratis di link yang tersedia di http://livefrommorgue.tumblr.com
Hairdresser On Fire, berasal dari Medan dan terbentuk Agustus 2006. Dengan Embun (Vokal), Cunin & Ican (Gitar), Reza (Bass), Andrie (Drum).
Memainkan musik punk dengan ritme post-punk dengan sentuhan metal dan noise-indie rock. Mereka menyebutnya art-punk.

Track List:
1. Morgue
2. Tempayan Meradang (Cangis Cover)
3. Battle Start

myspace.com/wearehairdresser
facebook.com/wearehairdresser
twitter.com/hairdresseronf
youtube.com/madtelly
wearehairdresser.tumblr.com
livefrommorgue.tumblr.com

For further info, contact us:
Rachmadi Perdana (+6281316555362)
wearehairdresser@gmail.com

Hujan Meteor di Bogor

Pagelaran mini konser Zeke Khaseli di Kota Hujan. Diselenggarakan Sabtu, 26 Juni 2010, mulai pukul 19.00 WIB. Berlokasi di RooM (Kedai Baca & Sanggar Baroedak), Jl. K. H . Achmad Sobana, Angkringan Tegal Gundil, Bogor.

Turut memeriahkan acara: Adopta, Eyeliner, Reid Voltus, Bibir Merah Berdarah, dan Under The Big Bright Yellow Sun.

Acara ini gratis.

Von Amerika



Häagen-Dazs, Lord of The Rings, dan Fleet Foxes.

Yang pertama adalah merk es krim, yang kedua adalah judul Novel epic yang diangkat kelayar lebar, yang ketiga adalah nama band yang albumnya dinilai sebagai album terbaik 2008 versi majalah Mojo dan Situs Musik Pitchfork.com

Kenapa tiga nama ini harus muncul ditulisan ini?

Oke, sebenernya saya cuma ingin membahas soal Fleet foxes. Mendengarkan musik Fleet Foxes, pertama-tama saya jadi Ingat Häagen-Dazs.

Melancholic Bitch

Melancholic Bitch / Thejakartapost.com

Sore - Sombreros Kiddos (EP)


Sore meluncurkan sebuah EP, berisi 6 track. Tidak semuanya lagu baru. Cuma ada dua lagu baru di EP ini. Sisanya adalah sebuah remix dari DJ Orea, yang menebalkan nuansa Latin di lagu "Bogor Biru".

Massive Attack, Heligoland (2010)



Lagu lagu depresif, musik musik yang membuat pendengarnya tidak bersemangat. ha ha. itulah pendapat awal saya ketika pertama kali mendengarkan massive attack. Musiknya ngedance, memakai sampling sampling DJ yang nge-beat, tapi tidak membuat semangat.

Pemenang Kuis Shre Savita

Selamat Kepada Nyaman Agung dan Istiani, kalian memenangkan Kaos Shre Savita persembahan dari Rawdep merch.

Buat yang lain, coba lagi edisi kuis berikutnya. Kaos Tunas Bangsa Simphony. Nantikan saja tanggal mainnya :D

Pemenang silahkan hubungi saudara Rio Biangkerok.

Live Forever, Dokumentasi Britpop



Masih soal musik 90-an. Kali ini beralih ke britpop, warna pop yang dibawakan oleh band band inggris di pertengahan dekade 90-an. Live Forever, adalah judul lagu dari Oasis. Yang juga dijadikan sebagai judul film dokumenter tentang britpop. Dan sekarang jadi judul tulisan ini. hahaha